Senin, 04 Februari 2013

Seminar “Potret Perkembangan Islam Di Rusia”



Bersama         : M. Aji Surya
Peserta     : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam     Indonesia (UII)
Tanggal          : Sabtu, 19 Januari 2013 di Gedung Mohammad Hatta (perpustakaan UII).


            Sabtu pagi tepat pukul 08.30 di gedung Mohammad hatta (perpustakaan UII) tepatnya dilantai 2 dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (UII) seorang diplomat Indonesia untuk KBRI di Rusia melontarkan pertanyaan pembuka di awal seminar Potret Perkembangan Islam di Rusia “Apa yang ada di benak Anda saat Anda mendengar kata Rusia?” demikian pertanyaan Muhammad Aji Surya kepada para peserta seminar. Secara serentak peserta seminar pun menjawab pertanyaan yang diajukan dengan serentak menjawab “komunis”.  Benar sekali julukan komunis itu memang pernah melekat erat di era 1990-an. Namun saat ini menurut putra asli Kota Gudeg Yogyakarta tersebut, Rusia sudah jauh lebih baik utamanya perkembangan pemeluk agama Islam.
Fenomenanya di Rusia umat muslim yang melakukan shalat di masjid jamaahnya bisa mencapai 3 kilo dari masjidnya, dan dengan suhu -12 derajat celcius. Namun, muslim di Rusia tetap melaksanakan shalat. Selain itu di Rusia juga terdapat gereja namun berkubah seperti masjid dan disana banyak wanita berkerudung yang masuk.
            Islam di indosensia sudah menjadi islam yang sangat tua, namun fenomenanya islam di Rusia lebih tua. Tepatnya di kota Derbent di abad ke 8, islam di Rusia dating jauh lebih awal di dunia dan pada abad ke 10 mereka sudah menunaikan ibadah haji ke mekah dan madinah. Sangat terlihat jelas akar islam itu begitu kental di Rusia, dan Rusia bukanlah orang komunis. Pada masa kaum Sar. Sebagian kau Sar terseut diutuskan untuk memperlajari dan memahami agama sebelum menentukan agama yang akan dipilih. Akhirnya Sar memilih agama Kristen ortodoks sebelum memilih islam. namun, pasa masa itu muncul kaum  bolsefik, dimana saat itu melahirkan komunis. Jadi komunis itu muncul pada saat munculnya bolsefik. Pada saat itu ada 10.000 masjid, dan hampir semua masjdi itu harus diratakan atau dihancurkan. Dan hanya disisakan beberapa saja untuk symbol. Tidak hanya islam. Kristen ortodoks juga dihamcurkan dan para pemimpin juga di musnahkan. Sehingga kita dapat mengetahui bahwa  komunis itu kejam.
            Komunis akhirnya hilang semenjak tahun 1992. Terdapat masjid kul syarif di tengah kota Rusia. Dan masa-masa itu Rusia bukan lagi komunis. Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4750 masjid, namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat antara 1600 – 3000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah masjid di Tatarstan telah melebihi 1000. Di ibukota Rusia dengan jumlah pemeluk Islam yang melebihi 1 juta orang terdapat 20 komunitas Muslim dan 5 masjid. Menurut pakar data Rusia, sedikitnya hingga sekarang terdapat 7000 masjid di Rusia. Dan jumlah muslim di Rusia 25 juta dari 150 juta dari masyarakat Rusia. Mereka rata-rata saat ini memiliki keturunan 3-4 orang. Rusia di huni oleh 18,5 % umat islam. jika terus bertambah dalam waktu 30-40 tahun maka presiden atau pemimpin di Rusia bisa dikuasai oleh islam. perkembangan islam di Rusia bisa jadi penentu perkembangan islam di Indonesia.
            Ada yang unik di Rusia, ketika bulan puasa ramadhan tiba orang-orang kaya mendirikan tenda ramadhan. Tenda ramadha tersebut didirikan untuk berbuka puasa seluruh umat muslim di Rusia tanpa dikenakan biaya (gratis). Namun, orang non islam juga dibolehkan makan di tenda ramadhan tersebut. Tidak hanya itu, islam di Indonesia pun harus diteladani dan di ikuti oleh orang islam di Rusia. M. Aji Surya juga menginformasikan bahwa saat ini masyarakat muslim Rusia tengah gencar menimba ilmu pengetahuan tentang Agama Islam usai masa stagnasi 74 tahun tersebut dengan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk belajar ke negara lain termasuk Indonesia. Saat ini setidaknya ada 40 mahasiswa muslim asal Rusia sedang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi Islam di tanah air. Fenomenanya sekarang orang islam Rusia tersebut tersebar kuliah di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta, UIN (Universita Islan Negeri) Yogyakarta, dan UIN (Universitas Islam Negeri ) Malang. Tidak hanya itu di Rusia juga terdapat Bank Muamalat Syariah Islam. umat islam di Rusia sudah sangat antusias dengan mengadakan halal expo, yang sudah dua kali dilaksanakan dan bertaraf international. Mengadakan interview dialog untuk mengatasi konflik, selain itu mereka juga mengadakan dan menyelenggarakan fashion muslim.
            Sekarang organisasi keislaman tumbuh subur di Rusia. Terdapat lebih dari 300 organisasi kemasyarakatan yang menginduk di tiga pusat kota yaitu, Moskow, Ufa, dan Dagestan. Tidak hanya mengurusi soal ibadah khusus dan pembangunan masjid, mereka juga sudah merambah kegiatan bisnis bahkan ada seorang muslim Rusia yang menjadi milyader. Agus Sofyan Harhar adalah seorang milyader islam di Rusia memberikan bantuan kepada masjid tertua di kota Bali. Selain itu di Rusia juga mengadakan Mushabaqah Tilawatil Quran yang bertingkat internasional. Adat pernikahan di Rusia pun masyarakat muslimnya menggunakan adat islam yang terturup. Itu semua sudah menggambarkan betapa cintanya mereka terhadap islam. perkembangan umat islam yang sangat berkembang pesat disana dibuktikan dari adanya umat islam yang memiliki profesi yang emmiliki semangat ketuhanan yang sangat luas biasa. Di Rusia umat islam banyak melakukan shalat dijalan karena sudah terlalu banyaknya umat islam di Rusia, namun tidak diimbangi dengan banyaknnya masjid di Rusia.
            Lebih jauh alumni FH UII tersebut banyak bercerita tentang kehidupan masyarakat Muslim di Rusia termasuk salah satu tradisi unik saat lebaran. Jika lebaran tiba, warga muslim Rusia akan saling bertukar dan membagikan hadiah kepada orang lain khususnya kepada mereka yang tidak punya. Setiap lebaran tiba warga muslim Rusia, khususnya Rusia bagian Selatan yang menjadi cikal-bakal perkembangan agama Islam pertama kali di negara itu juga akan menyajikan aneka masakah lezat dan halal yang boleh dimakan oleh siapapun (muslim maupun non muslim).
Mantan wartawan Tempo tersebut juga menginformasikan bahwa saat ini masyarakat muslim Rusia tengah gencar menimba ilmu pengetahuan tentang Agama Islam usai masa stagnasi 74 tahun tersebut dengan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk belajar ke negara lain termasuk Indonesia. Saat ini setidaknya ada 40 mahasiswa muslim asal Rusia sedang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi Islam di tanah air.
            Kepada para peserta seminar, diplomat yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Modern Gontor tersebut mengajak untuk melihat Rusia dari sudut pandang yang berbeda seiring dengan perkembangan muslim yang luar biasa di Rusia. Dan kita sebagai umat muslim di Indonesia harus menunjukan dan memberikan contoh yang baik kepada umat muslim di Rusia yang sudah mau menuntut ilmu ke Indonesia. Dan Rusia bukan lagi komunis seperti yang selama ini kita pikirkan.

seminar "potret perkembangan islam di rusia"

Prodi Komunikasi UII Launching Buku Komunikasi Politik “Panggung Ketoprak Komunikasi Politik dan Bingkai Komunikasi Politik"


Mengawali tahun baru 2012 lalu, kembali Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia melaunching buku karya mahasiswa yang membahas tentang politik di Indonesia. Kali ini, buku yang dilaunching merupakan buah karya Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII angkatan 2010 dari kelas MK. Komunikasi Politik (A dan B) dengan dosen pengampu Fajar Junaedi, S.Sos., MA. Acara dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Januari 2012 di Lumbung Padi Resto, Jl. Affandi No. 8 Gejayan Yogyakarta. Tak tanggung-tanggung, dua buah buku sekaligus di-launching dalam acara tersebut. Kedua buah buku yang di-launching berjudul Bingkai Komunikasi Politik di Indonesia setebal 236 halaman dengan 43 penulis dan Panggung Ketoprak Komunikasi Politik setebal 240 halaman dengan 47 orang penulis (mahasiswa). 

Kedua buku tersebut banyak mengangkat ‘lalulintas’ politik yang berkait erat dengan peran media, seperti iklan/propaganda parpol, pemberitaan kegiatan parpol, keberpihakan media pada politisi, manajemen media dalam komunikasi politik, peran media sebagai aktor politik, peran humas dalam komunikasi politik serta tentang terorisme ‘politik’. 

 “Para penulis dalam buku ini menyampaikan pengaruh (influence) secara jernih, independen, menggelitik dan optimis. Optimis adalah salah satu karakter penting untuk mewujudkan kekuatan bangsa. Benar-benar layak kita apresiasi. Selamat!!”. Demikian apresiasi dari Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog yang ditulis langsung pada cover belakang buku berjudul Panggung Ketoprak Komunikasi Politik.

Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si menyatakan bahwa kelahiran buku berjudul Bingkai Komunikasi Politik di Indonesia pada dasarnya mengingatkan kembali akan peran penting media yang tak terpisahkan dalam setiap proses komunikasi politik di Indonesia. Yang perlu dipahami menurut Pak Iwan adalah bahwa agenda media (teks-teks yang kadang tampil dengan dukungan audio-visual) menyediakan semacam ‘peta’ yang akan dibaca, didengar dan dilihat oleh khalayak. Khalayak akan memilih mana yang akan dipikirkan atau dipakainya. Sedangkan para redaktur media melalui proses  gatekeeping akan memilah informasi mana yang akan diberi ruang besar, disembunyikan, ataupun dibuka secara jelas karena dianggap penting untuk diketahui khalayak.

 Acara launching dimulai dengan pemotongan tumpeng oleh Fajar Junaedi, S.Sos., MA selaku dosen pembimbing yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si,  tanya jawab serta diakhiri dengan pentas hiburan musik & pantomim. Selamat, dan semoga karya yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Amiin. 


Sambutan dari Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si.




  



suasana pengunjung dan panitia lunching buku.







Minggu, 03 Februari 2013

Implementasi Fungsi-Fungsi Humas Dalam Program Promosi

Dalam implementasinya fungsi humas adalah untuk membentuk atau membangun pendapat umum (public opinion). Hal ini sebenarnya juga berkaitan dengan citra, karena upaya mengarahkan atau membentuk pendapat umum, seperti untuk menumbuh kembangkan pengertian dan persepsi masyarakat (terhadap pemerintah, undang-undang, kebijakan pemerintah, organisasi, perusahaan, produk, dan lain-lain), untuk meraih kepercayaan khalayak (public) dan untuk bisa memperoleh sokongan dari masyarakat, akan berujung pada hal-hal yang menyangkut citra juga (Rudy, 2005:82).
Untuk lebih jelasnya, kita coba tarik perbedaan antara fungsi dan tujuan kegiatan humas (public relations) dengan fungsi dan tujuan kegiatan pemasaran (marketing). Humas berkaitan dengan citra (image), sedangkan pemasaran berkaitan dengan upaya peningkatan penjualan, namun, perlu kita sadari dan kita tarik garis pemisah bahwa tugas utama humas adalah pencapaian citra, yang tidak langsung tertuju kepada upaya peningkatan penjualan seperti yang dilakukan oleh bidang pemasaran (marketing). Namun, jika citra perusahaan baik maka biasanya perolehan keuntungan dan peningkatan penjualan-penjualan prosuk dan penggunaan jasanya juga berlangsung dengan baik. Selain itu kegiatan humas juga mencakup hal-hal yang hamper sama deng kegiatan pemasaran, seperti dalam hal periklanan. Sehingga kegiatan humas cukup hanya diemban oleh bagian pemasaran dan dilaksanakan bersama-sama dengan program atau kegiatan promosi.
Fungsi hubungan masyarakat dalam bisnis atau industri sangat besar pengaruhnya. Humas disini bertugas sebagi unit/bagian yang harus langsung berhubungan dengan pihak luar yakni masyarakat. Selain itu seorang humas harus bisa memberikan masuka-masukan atau pendapat-pendapat pada atasannya sehingga atasan mengetahui perkembangan perusahaan. Humas juga harus bisa meyakinkan masyarakat yang ada disekitar perusahaan bahwa aktivitas perusahaannya bermanfaat, menguntungkan masyarakat dan bersifat positif (Rudy, 2005: 153).
Agar bertahan dalam bisnis, hubungan masyarakat harus melakukan lebih dari sekedar membangun dan memelihara hubungan dengan karyawan dan sekitarnya. Humas harus menciptakan yang memuaskan pemilik atau penanam modal dengan laba atas modal yang mereka tanamkan. Motivasi ini biasanya berarti banyak yang disebut sebagai hubungan masyarakat dirancang untuk membantu fungsi pemasaran menarik pelanggan baru dan menjaga pelanggan yang ada merasa puas dengan prosuk atau layanan. Sederhananya, hubungan masyarakat harus member kontribusi untuk pencapaian tujuan laba bisnis dalam lingkungan yang bersaingan (Cutlip, 2000: 363).
Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi seorang humas harus tahu bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya. Selain itu promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran atau promosi. Betapapun berkualitasnya suatu produk bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, memepengaruhi, dan membujuk serta meningkatkan pelanggan perusahaan dan bauran pemasarannya. Beberapa tugas khusus itu atau biasa disebut bauran promosi yang yang pertama personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu prosuk/jasa kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap prosuk/jasa sehingga mereka kemudian akan mencoba membeli dan menggunakan jasa tersebut.
Aktivitas yang dilakukan oleh seorang humas dalam program promosi yaitu personal selling yang memiliki beberapa fungsi, yaitu  prospecting mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka. Targeting yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli. Communicating yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan. Selling yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan. Servicing yakni memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.  Information gathering yakni melakukan riset dan intelijen pasar. Dan terakhir Allocating yaitu menetukan pelanggan yang akan dituju.
Kedua, Mass selling yaitu terdiri atas periklanan dan publisitas. Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan akternatif yang lebih murah untuk menyampaikn informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua bentuk utama mass selling, periklanan yaitu merupakan bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan da keuntungan suatu prosuk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pemikiran seseorang untuk melakukan pembelian dan penggunaan jasa. Dan publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang mana orang atu organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu prosuk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.
Ketiga, sales promotion (promosi penjualan) adalah bentuk persuasi secara langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembeli produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi dan mendorong pelanggan untuk membeli dan menggunakan jasa dan produknya.
Keempat Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Yang dimaksud engan kelompok-kelompok itu adalah mereka yang terlibat, mempunyai kepentingan dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Kelima Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau bberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan transaksi disembarang lokasi. Dalam direct marketing komunikasi promosi ditujukan kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pesan di media jejaring sosial (twitter, facebook, blog, web) atau dengan datang langsung ketempat pemasaran. Dengan begitu akan mempermudah pelanggan atau konsumen dalam mendapatkan kepuasan atau keinginannya (Tjiptono, 1997: 224).

Tujuan dan Fungsi Humas


Humas adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sifat pubik, mengidentifikasi kebijaksanaan-kebijaksanaan dan prosedur-prosedur seorang individu atau sebuah organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik. Humas juga menjadi jembatan antara instansi atau perusahaan dengan masyarakat, humas yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, dan berusahan untuk memperoleh pengertian dan itikat baik.
Humas sangat berperan penting untuk dapat membentuk citra atau image yang baik terhadap masyarakat luas. Adanya citra yang baik terhadap perusahaan. Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi. Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaran humas adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara keduanya.
Bagian humas itu menjalankan suatau program dari perusahaan atau industri untuk memperkenalkan hasil-hasil produksi dari perusahaan tersebut atau memperluas distribusi barang atau jasa perusahaannya dalam publik serta menjaga nama baik dari perusahaan itu dalam masyarakat. Untuk mencapai itu semua sudah tentu perusahaan atau industri tersebut harus menjalankan usaha-usaha agar masyarakat itu kenal akan perusahaan atau industri tersebut. Suatu perusahaan sudah tentu akan mengemukakan kebaikan-kebaikan dari produksinya sehingga masyarakat mau membeli atau menggunakan jasa perusahaan tersebut. Dalam hal inilah suatu perusahaan memasang reklame, iklan, atau adpertasi disurat-surat kabar untuk memajukan penjualan prosuksinya. Dengan begitu masyarakat akan mengenal produksi dan jasa perusahaan tersebut. Tidak hanya itu humas suatu perusahaan selain mengadakan analisa-analisa, humas juga perlu mengadakan program yang teratur member penerangan kepada masyarakat mengenai beberapa keadaan dan kemajuan dari perusahaannya.
Tujuan fungsi humas atau program kehumasan adalah pencapaian citra yang diharapkan dan pemeliharan citra positif yang sudah berjalan. Fungsi dan tujuan memang agak sukar kita bedakan, karena fungsi adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Contohnya, tujuan Negara (tujuan nasional) adalah kesejahteraan rakyat atau kemakmuran (prosperity)serta keselamatan atau keamanan (security) bagi rakyatnya. Adapun fungsi Negara adalah untuk mengurus dan menyelenggarakan berbagai hal atau kegiatan (sosial, budaya, hokum, agama, ekonomi, politik, keamanan) yang mensejahterakan rakyat dan melindungi keselamatan rakyatnya.
Jadi, kesimpulannya bahwa tujuan humas adalah Pencapaian citra (yang ditetapkan atau yang diharapkan). Fungsi kehumasan menyangkut upaya pembinaan citra (image) itu. Mulai dari upaya menumbuhkan citra, memelihara atau mempertahankan citra, sampai ke upaya meningkatkan citra (agar lebih baik atau lebih tinggi dari yng sudah ada) dan memperbaiki citra (bila ada gangguan terhadap citra atau ada peristiwa yang membuat citra itu merosot) serta mengembalikan citra yang baik dam positif.

Minggu, 20 Januari 2013

kuliah umum komunikasi UII : Public Speaking bersama Lusy Laksita

Kemampuan berbicara di depan umum tidaklah dimiliki setiap orang karena kemampuan ini berkaitan erat dengan citra pribadi. Biasanya orang yang memiliki  kemampuan ini  sering  disebut  dengan "pemimpin". Kemampuan berbicara di depan umum  dapat  dimiliki   karena  adanya bakat alam (sering disebut "dilahirkan"), dengan menjalani pelatihan atau secara spontan muncul dalam situasi darurat (bersifat sementara).

Public Speaking yang berhasil, ditentukan oleh empat faktor penting, yaitu dengan "Mengatasi Hambatan Kepribadian", "Penggunaan Body Language Secara Tepat", "Metode Penyampaian yang Sistematis dan Tepat Sasaran", serta "Penggunaan Alat Peraga." Selain itu, tentu saja diperlukan persiapan yang mantap, pelaksanaan yang meyakinkan, feeling dan finishing touch yang manis.

Public speaking merupakan hal yang penting untuk dunia public relations, dimana seorang PR harus memiliki skil public speaking yang baik dan menarik. Pada konsentrsi public relations di prodi komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) juga mendapatkan mata kuliah public speaking di semester 4.

Prodi komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) beberapa waktu yang lalu mengadakan workshop free class public speaking pada tanggal 21 Oktober 2011 di audiotorium FPSB. dengan mendatangkan pemateri Lusy Laksita. yaitu seorang master trainer profesional MC, TV presenter, radio announcer, dan trainer. para mahasiswa komunikasi yang mngikuti workshop free class public speaking ini  terlihat sangat antusias sekali, terlihat dari banyaknya peserta dan mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada Lusy Laksita mengenai public speaking.





suasana workshop free class public speaking, pada sesi tanya jawab 



berikut video saat workshop free class public speaking bersama Lusy Laksita :

Supaya tepat sasaran dalam melakukan public speaking, hal-hal berikut ini harus diperhatikan :

  • Kenali latar belakang komunikan, baik budayanya, sukunya, pendidikannya, pekerjaannya, hobinya, status sosialnya, kepentingannya maupun hal-hal yang nampaknya tidak ada artinya.
  • Hilangkan / dekatkan kesenjangan-kesenjangan dengan cara mengubah diri, ikuti "arus" namun tidak sampai "hanyut" dan akhirnya perlahan-lahan mempengaruhi "arus".
  • Ciptakan suasana yang menunjang, tergantung pada komunikan yang kita hadapi, pada umumnya mereka senang dengan keramahan / keakraban dan keterbukaan yang tidak sampai tahap mencampuri urusan orang lain.
  • Tentukan maksud dan tujuan pembicaraan kita; sekedar pengisi waktu / obrolan ringan, diskusi, brainstorming, informasi, negosiasi, atau mempengaruhi orang lain.
  • Arahkan materi pembicaraan dan gunakan strategi sesuaidengan tujuan pembicaraan yang telah ditetapkan.
  • Gunakan kata-kata yang tidak menimbulkan pengertian ganda agar tidak membingungkan.
  • Gunakan logika berpikir. Cobalah untuk kritis, kreatif, kembangkan pola pikir yang logis, dan sistematis. Biasakan bertanya mengapa, bagaimana, seandainya, .....
  • Evaluasi terus secara sadar.


Jumat, 18 Januari 2013

Training Basic International of Table Manner : Communication Studies UII


Universitas Islam Indonesia  (UII) adalah perguruan tinggi swasta nasional tertua di Indonesia yang terletak di Yogyakarta. Ilmu komunikasi merupakan salah satu jurusan yang ada di UII tepatnya di Fakultas Psikologi dan Ilmu sosial budaya (FPSB). Public relations menjadi salah satu konsentrasi di prodi ilmu komunikasi. Mahasiswa Public Relations angkatan 2010, menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan yang memberikan pelatihan Table Manner di Hotel Santika Premiere Jogjakarta. Acara tersebut merupakan agenda tahunan mahasiswa Public Relations yang tengah menempuh mata kuliah etika dan kepribadian di semester 5. Dalam kegiatan ini tidak hanya terdapat Table Manner saja, tetapi ditambahkan kegiatan Training Basic International of Table Manner Class yang dipandu oleh tim dan Public Relations dari Hotel Santika Premiere Jogjakarta.

 Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2012 di Hotel Santika Premiere Jogjakarta diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Amin TasykurunThoyyib Drs. (Dosen Pengampu Mata Kuliah Etika Kepribadian) yang menyambut baik kegiatan ini sebagai media pembelajaran mahasiswa Public Relations. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh tim dan PR dari Hotel Santika Premiere Jogja yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Pada sesi pertama, diisi sesi Welcome Drink, Training Basic International of Table Manner Class, House Keeping Presentation,  dan disusul dengan Front Office Presentation  oleh tim dari Hotel santika Premiere Jogjakarta. Mahasiswa diberikan penjelasan dan diajarkan mengenai tata cara untuk bersikap mulai dari cara duduk hingga berpakaian. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi yang disampaikan oleh PR dan marketing Hotel Satika yang menjelaskan tentang asal mula, sejarah table manner dan tata cara makan yang baik ketika menghadiri jamuan makan mulai dari peletakkan piranti makan sampai dengan menggunakannya. pada sesi akhir diisi Demo Food or Beverage, kemudian disusul dengan pembagian Certificate dan Table Manner Manual Handbook  bagi peserta.

Training Basic International of Table Manner Class diselenggarakan guna membekali mahasiswa Public Relations terkait tentang tata cara makan hingga cara berhias dan berpenampilan yang baik di muka umum. Karena nantinya mahasiswa Public Relations adalah kandidat yang potensial untuk menjadi calon praktisi humas yang berkualitas di masa mendatang.