Bersama : M. Aji Surya
Peserta : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas
Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (UII)
Tanggal : Sabtu, 19 Januari 2013 di Gedung
Mohammad Hatta (perpustakaan UII).
Sabtu pagi tepat pukul 08.30 di gedung Mohammad hatta
(perpustakaan UII) tepatnya dilantai 2 dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi Prodi
Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam
Indonesia (UII) seorang diplomat Indonesia untuk KBRI di Rusia melontarkan
pertanyaan pembuka di awal seminar Potret Perkembangan Islam di Rusia “Apa yang
ada di benak Anda saat Anda mendengar kata Rusia?” demikian pertanyaan Muhammad
Aji Surya kepada para peserta seminar. Secara serentak peserta seminar pun
menjawab pertanyaan yang diajukan dengan serentak menjawab “komunis”. Benar sekali julukan komunis itu memang pernah
melekat erat di era 1990-an. Namun saat ini menurut putra asli Kota Gudeg
Yogyakarta tersebut, Rusia sudah jauh lebih baik utamanya perkembangan pemeluk
agama Islam.
Fenomenanya
di Rusia umat muslim yang melakukan shalat di masjid jamaahnya bisa mencapai 3
kilo dari masjidnya, dan dengan suhu -12 derajat celcius. Namun, muslim di
Rusia tetap melaksanakan shalat. Selain itu di Rusia juga terdapat gereja namun
berkubah seperti masjid dan disana banyak wanita berkerudung yang masuk.
Islam di indosensia sudah menjadi islam yang sangat tua,
namun fenomenanya islam di Rusia lebih tua. Tepatnya di kota Derbent di abad ke
8, islam di Rusia dating jauh lebih awal di dunia dan pada abad ke 10 mereka
sudah menunaikan ibadah haji ke mekah dan madinah. Sangat terlihat jelas akar
islam itu begitu kental di Rusia, dan Rusia bukanlah orang komunis. Pada masa
kaum Sar. Sebagian kau Sar terseut diutuskan untuk memperlajari dan memahami
agama sebelum menentukan agama yang akan dipilih. Akhirnya Sar memilih agama
Kristen ortodoks sebelum memilih islam. namun, pasa masa itu muncul kaum bolsefik, dimana saat itu melahirkan komunis.
Jadi komunis itu muncul pada saat munculnya bolsefik. Pada saat itu ada 10.000
masjid, dan hampir semua masjdi itu harus diratakan atau dihancurkan. Dan hanya
disisakan beberapa saja untuk symbol. Tidak hanya islam. Kristen ortodoks juga
dihamcurkan dan para pemimpin juga di musnahkan. Sehingga kita dapat mengetahui
bahwa komunis itu kejam.
Komunis akhirnya hilang semenjak tahun 1992. Terdapat
masjid kul syarif di tengah kota Rusia. Dan masa-masa itu Rusia bukan lagi
komunis. Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4750 masjid, namun jumlah
sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat
antara 1600 – 3000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah masjid di
Tatarstan telah melebihi 1000. Di ibukota Rusia dengan jumlah pemeluk Islam
yang melebihi 1 juta orang terdapat 20 komunitas Muslim dan 5 masjid. Menurut
pakar data Rusia, sedikitnya hingga sekarang terdapat 7000 masjid di Rusia. Dan
jumlah muslim di Rusia 25 juta dari 150 juta dari masyarakat Rusia. Mereka rata-rata
saat ini memiliki keturunan 3-4 orang. Rusia di huni oleh 18,5 % umat islam.
jika terus bertambah dalam waktu 30-40 tahun maka presiden atau pemimpin di
Rusia bisa dikuasai oleh islam. perkembangan islam di Rusia bisa jadi penentu
perkembangan islam di Indonesia.
Ada yang unik di Rusia, ketika bulan puasa ramadhan tiba
orang-orang kaya mendirikan tenda ramadhan. Tenda ramadha tersebut didirikan
untuk berbuka puasa seluruh umat muslim di Rusia tanpa dikenakan biaya
(gratis). Namun, orang non islam juga dibolehkan makan di tenda ramadhan
tersebut. Tidak hanya itu, islam di Indonesia pun harus diteladani dan di ikuti
oleh orang islam di Rusia. M. Aji Surya juga menginformasikan bahwa saat ini
masyarakat muslim Rusia tengah gencar menimba ilmu pengetahuan tentang Agama
Islam usai masa stagnasi 74 tahun tersebut dengan mengirimkan pemuda-pemudanya
untuk belajar ke negara lain termasuk Indonesia. Saat ini setidaknya ada 40
mahasiswa muslim asal Rusia sedang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi
Islam di tanah air. Fenomenanya sekarang orang islam Rusia tersebut tersebar
kuliah di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta, UIN (Universita Islan Negeri)
Yogyakarta, dan UIN (Universitas Islam Negeri ) Malang. Tidak hanya itu di
Rusia juga terdapat Bank Muamalat Syariah Islam. umat islam di Rusia sudah
sangat antusias dengan mengadakan halal expo, yang sudah dua kali dilaksanakan
dan bertaraf international. Mengadakan interview dialog untuk mengatasi
konflik, selain itu mereka juga mengadakan dan menyelenggarakan fashion muslim.
Sekarang organisasi keislaman tumbuh subur di Rusia.
Terdapat lebih dari 300 organisasi kemasyarakatan yang menginduk di tiga pusat
kota yaitu, Moskow, Ufa, dan Dagestan. Tidak hanya mengurusi soal ibadah khusus
dan pembangunan masjid, mereka juga sudah merambah kegiatan bisnis bahkan ada
seorang muslim Rusia yang menjadi milyader. Agus Sofyan Harhar adalah seorang
milyader islam di Rusia memberikan bantuan kepada masjid tertua di kota Bali.
Selain itu di Rusia juga mengadakan Mushabaqah Tilawatil Quran yang bertingkat
internasional. Adat pernikahan di Rusia pun masyarakat muslimnya menggunakan
adat islam yang terturup. Itu semua sudah menggambarkan betapa cintanya mereka
terhadap islam. perkembangan umat islam yang sangat berkembang pesat disana
dibuktikan dari adanya umat islam yang memiliki profesi yang emmiliki semangat
ketuhanan yang sangat luas biasa. Di Rusia umat islam banyak melakukan shalat
dijalan karena sudah terlalu banyaknya umat islam di Rusia, namun tidak
diimbangi dengan banyaknnya masjid di Rusia.
Lebih jauh alumni FH UII tersebut banyak bercerita
tentang kehidupan masyarakat Muslim di Rusia termasuk salah satu tradisi unik
saat lebaran. Jika lebaran tiba, warga muslim Rusia akan saling bertukar dan
membagikan hadiah kepada orang lain khususnya kepada mereka yang tidak punya.
Setiap lebaran tiba warga muslim Rusia, khususnya Rusia bagian Selatan yang
menjadi cikal-bakal perkembangan agama Islam pertama kali di negara itu juga
akan menyajikan aneka masakah lezat dan halal yang boleh dimakan oleh siapapun
(muslim maupun non muslim).
Mantan wartawan Tempo
tersebut juga menginformasikan bahwa saat ini masyarakat muslim Rusia tengah
gencar menimba ilmu pengetahuan tentang Agama Islam usai masa stagnasi 74 tahun
tersebut dengan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk belajar ke negara lain
termasuk Indonesia. Saat ini setidaknya ada 40 mahasiswa muslim asal Rusia
sedang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi Islam di tanah air.
Kepada para peserta seminar, diplomat yang pernah mengenyam
pendidikan di Pondok Modern Gontor tersebut mengajak untuk melihat Rusia dari
sudut pandang yang berbeda seiring dengan perkembangan muslim yang luar biasa
di Rusia. Dan kita sebagai umat muslim di Indonesia harus menunjukan dan
memberikan contoh yang baik kepada umat muslim di Rusia yang sudah mau menuntut
ilmu ke Indonesia. Dan Rusia bukan lagi komunis seperti yang selama ini kita
pikirkan.
seminar "potret perkembangan islam di rusia"




