Dalam
implementasinya fungsi humas adalah untuk membentuk atau membangun pendapat
umum (public opinion). Hal ini
sebenarnya juga berkaitan dengan citra, karena upaya mengarahkan atau membentuk
pendapat umum, seperti untuk menumbuh kembangkan pengertian dan persepsi
masyarakat (terhadap pemerintah, undang-undang, kebijakan pemerintah,
organisasi, perusahaan, produk, dan lain-lain), untuk meraih kepercayaan
khalayak (public) dan untuk bisa
memperoleh sokongan dari masyarakat, akan berujung pada hal-hal yang menyangkut
citra juga (Rudy, 2005:82).
Untuk
lebih jelasnya, kita coba tarik perbedaan antara fungsi dan tujuan kegiatan
humas (public relations) dengan
fungsi dan tujuan kegiatan pemasaran (marketing).
Humas berkaitan dengan citra (image), sedangkan
pemasaran berkaitan dengan upaya peningkatan penjualan, namun, perlu kita
sadari dan kita tarik garis pemisah bahwa tugas utama humas adalah pencapaian
citra, yang tidak langsung tertuju kepada upaya peningkatan penjualan seperti
yang dilakukan oleh bidang pemasaran (marketing).
Namun, jika citra perusahaan baik
maka biasanya perolehan keuntungan dan peningkatan penjualan-penjualan prosuk
dan penggunaan jasanya juga berlangsung dengan baik. Selain itu kegiatan humas
juga mencakup hal-hal yang hamper sama deng kegiatan pemasaran, seperti dalam
hal periklanan. Sehingga kegiatan humas cukup hanya diemban oleh bagian
pemasaran dan dilaksanakan bersama-sama dengan program atau kegiatan promosi.
Fungsi
hubungan masyarakat dalam bisnis atau industri sangat besar pengaruhnya. Humas
disini bertugas sebagi unit/bagian yang harus langsung berhubungan dengan pihak
luar yakni masyarakat. Selain itu seorang humas harus bisa memberikan
masuka-masukan atau pendapat-pendapat pada atasannya sehingga atasan mengetahui
perkembangan perusahaan. Humas juga harus bisa meyakinkan masyarakat yang ada
disekitar perusahaan bahwa aktivitas perusahaannya bermanfaat, menguntungkan masyarakat
dan bersifat positif (Rudy, 2005: 153).
Agar
bertahan dalam bisnis, hubungan masyarakat harus melakukan lebih dari sekedar
membangun dan memelihara hubungan dengan karyawan dan sekitarnya. Humas harus
menciptakan yang memuaskan pemilik atau penanam modal dengan laba atas modal
yang mereka tanamkan. Motivasi ini biasanya berarti banyak yang disebut sebagai
hubungan masyarakat dirancang untuk membantu fungsi pemasaran menarik pelanggan
baru dan menjaga pelanggan yang ada merasa puas dengan prosuk atau layanan.
Sederhananya, hubungan masyarakat harus member kontribusi untuk pencapaian
tujuan laba bisnis dalam lingkungan yang bersaingan (Cutlip, 2000: 363).
Meskipun
secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi seorang
humas harus tahu bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas
khususnya. Selain itu promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan
suatu program pemasaran atau promosi. Betapapun berkualitasnya suatu produk
bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan yakin bahwa produk itu akan
berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. Pada hakikatnya
promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Tujuan utama dari promosi
adalah menginformasikan, memepengaruhi, dan membujuk serta meningkatkan
pelanggan perusahaan dan bauran pemasarannya. Beberapa tugas khusus itu atau
biasa disebut bauran promosi yang yang pertama
personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan
calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu prosuk/jasa kepada calon pelanggan
dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap prosuk/jasa sehingga mereka kemudian
akan mencoba membeli dan menggunakan jasa tersebut.
Aktivitas
yang dilakukan oleh seorang humas dalam program promosi yaitu personal selling yang memiliki beberapa
fungsi, yaitu prospecting mencari pembeli dan menjalin
hubungan dengan mereka. Targeting
yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli. Communicating yaitu memberi informasi
mengenai produk perusahaan kepada pelanggan. Selling yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan,
mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan. Servicing yakni memberikan berbagai jasa
dan pelayanan kepada pelanggan. Information gathering yakni melakukan
riset dan intelijen pasar. Dan terakhir
Allocating yaitu menetukan pelanggan yang akan dituju.
Kedua, Mass selling
yaitu terdiri atas periklanan dan publisitas. Mass selling merupakan pendekatan
yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak
ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling
namun merupakan akternatif yang lebih murah untuk menyampaikn informasi ke
khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada
dua bentuk utama mass selling,
periklanan yaitu merupakan bentuk promosi yang paling banyak digunakan
perusahaan dalam mempromosikan produknya. Iklan adalah bentuk komunikasi tidak
langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan da keuntungan suatu
prosuk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan
yang akan mengubah pemikiran seseorang untuk melakukan pembelian dan penggunaan
jasa. Dan publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan
jasa secara non personal, yang mana orang atu organisasi yang diuntungkan tidak
membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang
terkandung dalam suatu prosuk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.
Ketiga,
sales promotion (promosi penjualan)
adalah bentuk persuasi secara langsung melalui penggunaan berbagai insentif
yang dapat diatur untuk merangsang pembeli produk dengan segera dan/atau
meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan
perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi dan mendorong pelanggan
untuk membeli dan menggunakan jasa dan produknya.
Keempat Public relations
merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi
persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan
tersebut. Yang dimaksud engan kelompok-kelompok itu adalah mereka yang
terlibat, mempunyai kepentingan dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan
dalam mencapai tujuannya.
Kelima Direct marketing
adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau
bberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan transaksi
disembarang lokasi. Dalam direct
marketing komunikasi promosi ditujukan kepada konsumen individual, dengan
tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik
melalui telepon, pesan di media jejaring sosial (twitter, facebook, blog, web) atau dengan datang langsung ketempat
pemasaran. Dengan begitu akan mempermudah pelanggan atau konsumen dalam
mendapatkan kepuasan atau keinginannya (Tjiptono, 1997: 224).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar