Minggu, 03 Februari 2013

Implementasi Fungsi-Fungsi Humas Dalam Program Promosi

Dalam implementasinya fungsi humas adalah untuk membentuk atau membangun pendapat umum (public opinion). Hal ini sebenarnya juga berkaitan dengan citra, karena upaya mengarahkan atau membentuk pendapat umum, seperti untuk menumbuh kembangkan pengertian dan persepsi masyarakat (terhadap pemerintah, undang-undang, kebijakan pemerintah, organisasi, perusahaan, produk, dan lain-lain), untuk meraih kepercayaan khalayak (public) dan untuk bisa memperoleh sokongan dari masyarakat, akan berujung pada hal-hal yang menyangkut citra juga (Rudy, 2005:82).
Untuk lebih jelasnya, kita coba tarik perbedaan antara fungsi dan tujuan kegiatan humas (public relations) dengan fungsi dan tujuan kegiatan pemasaran (marketing). Humas berkaitan dengan citra (image), sedangkan pemasaran berkaitan dengan upaya peningkatan penjualan, namun, perlu kita sadari dan kita tarik garis pemisah bahwa tugas utama humas adalah pencapaian citra, yang tidak langsung tertuju kepada upaya peningkatan penjualan seperti yang dilakukan oleh bidang pemasaran (marketing). Namun, jika citra perusahaan baik maka biasanya perolehan keuntungan dan peningkatan penjualan-penjualan prosuk dan penggunaan jasanya juga berlangsung dengan baik. Selain itu kegiatan humas juga mencakup hal-hal yang hamper sama deng kegiatan pemasaran, seperti dalam hal periklanan. Sehingga kegiatan humas cukup hanya diemban oleh bagian pemasaran dan dilaksanakan bersama-sama dengan program atau kegiatan promosi.
Fungsi hubungan masyarakat dalam bisnis atau industri sangat besar pengaruhnya. Humas disini bertugas sebagi unit/bagian yang harus langsung berhubungan dengan pihak luar yakni masyarakat. Selain itu seorang humas harus bisa memberikan masuka-masukan atau pendapat-pendapat pada atasannya sehingga atasan mengetahui perkembangan perusahaan. Humas juga harus bisa meyakinkan masyarakat yang ada disekitar perusahaan bahwa aktivitas perusahaannya bermanfaat, menguntungkan masyarakat dan bersifat positif (Rudy, 2005: 153).
Agar bertahan dalam bisnis, hubungan masyarakat harus melakukan lebih dari sekedar membangun dan memelihara hubungan dengan karyawan dan sekitarnya. Humas harus menciptakan yang memuaskan pemilik atau penanam modal dengan laba atas modal yang mereka tanamkan. Motivasi ini biasanya berarti banyak yang disebut sebagai hubungan masyarakat dirancang untuk membantu fungsi pemasaran menarik pelanggan baru dan menjaga pelanggan yang ada merasa puas dengan prosuk atau layanan. Sederhananya, hubungan masyarakat harus member kontribusi untuk pencapaian tujuan laba bisnis dalam lingkungan yang bersaingan (Cutlip, 2000: 363).
Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi seorang humas harus tahu bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya. Selain itu promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran atau promosi. Betapapun berkualitasnya suatu produk bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, memepengaruhi, dan membujuk serta meningkatkan pelanggan perusahaan dan bauran pemasarannya. Beberapa tugas khusus itu atau biasa disebut bauran promosi yang yang pertama personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu prosuk/jasa kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap prosuk/jasa sehingga mereka kemudian akan mencoba membeli dan menggunakan jasa tersebut.
Aktivitas yang dilakukan oleh seorang humas dalam program promosi yaitu personal selling yang memiliki beberapa fungsi, yaitu  prospecting mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka. Targeting yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli. Communicating yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan. Selling yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan. Servicing yakni memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.  Information gathering yakni melakukan riset dan intelijen pasar. Dan terakhir Allocating yaitu menetukan pelanggan yang akan dituju.
Kedua, Mass selling yaitu terdiri atas periklanan dan publisitas. Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan akternatif yang lebih murah untuk menyampaikn informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua bentuk utama mass selling, periklanan yaitu merupakan bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan da keuntungan suatu prosuk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pemikiran seseorang untuk melakukan pembelian dan penggunaan jasa. Dan publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang mana orang atu organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu prosuk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.
Ketiga, sales promotion (promosi penjualan) adalah bentuk persuasi secara langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembeli produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi dan mendorong pelanggan untuk membeli dan menggunakan jasa dan produknya.
Keempat Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Yang dimaksud engan kelompok-kelompok itu adalah mereka yang terlibat, mempunyai kepentingan dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Kelima Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau bberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan transaksi disembarang lokasi. Dalam direct marketing komunikasi promosi ditujukan kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pesan di media jejaring sosial (twitter, facebook, blog, web) atau dengan datang langsung ketempat pemasaran. Dengan begitu akan mempermudah pelanggan atau konsumen dalam mendapatkan kepuasan atau keinginannya (Tjiptono, 1997: 224).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar