Minggu, 20 Januari 2013

kuliah umum komunikasi UII : Public Speaking bersama Lusy Laksita

Kemampuan berbicara di depan umum tidaklah dimiliki setiap orang karena kemampuan ini berkaitan erat dengan citra pribadi. Biasanya orang yang memiliki  kemampuan ini  sering  disebut  dengan "pemimpin". Kemampuan berbicara di depan umum  dapat  dimiliki   karena  adanya bakat alam (sering disebut "dilahirkan"), dengan menjalani pelatihan atau secara spontan muncul dalam situasi darurat (bersifat sementara).

Public Speaking yang berhasil, ditentukan oleh empat faktor penting, yaitu dengan "Mengatasi Hambatan Kepribadian", "Penggunaan Body Language Secara Tepat", "Metode Penyampaian yang Sistematis dan Tepat Sasaran", serta "Penggunaan Alat Peraga." Selain itu, tentu saja diperlukan persiapan yang mantap, pelaksanaan yang meyakinkan, feeling dan finishing touch yang manis.

Public speaking merupakan hal yang penting untuk dunia public relations, dimana seorang PR harus memiliki skil public speaking yang baik dan menarik. Pada konsentrsi public relations di prodi komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) juga mendapatkan mata kuliah public speaking di semester 4.

Prodi komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) beberapa waktu yang lalu mengadakan workshop free class public speaking pada tanggal 21 Oktober 2011 di audiotorium FPSB. dengan mendatangkan pemateri Lusy Laksita. yaitu seorang master trainer profesional MC, TV presenter, radio announcer, dan trainer. para mahasiswa komunikasi yang mngikuti workshop free class public speaking ini  terlihat sangat antusias sekali, terlihat dari banyaknya peserta dan mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada Lusy Laksita mengenai public speaking.





suasana workshop free class public speaking, pada sesi tanya jawab 



berikut video saat workshop free class public speaking bersama Lusy Laksita :

Supaya tepat sasaran dalam melakukan public speaking, hal-hal berikut ini harus diperhatikan :

  • Kenali latar belakang komunikan, baik budayanya, sukunya, pendidikannya, pekerjaannya, hobinya, status sosialnya, kepentingannya maupun hal-hal yang nampaknya tidak ada artinya.
  • Hilangkan / dekatkan kesenjangan-kesenjangan dengan cara mengubah diri, ikuti "arus" namun tidak sampai "hanyut" dan akhirnya perlahan-lahan mempengaruhi "arus".
  • Ciptakan suasana yang menunjang, tergantung pada komunikan yang kita hadapi, pada umumnya mereka senang dengan keramahan / keakraban dan keterbukaan yang tidak sampai tahap mencampuri urusan orang lain.
  • Tentukan maksud dan tujuan pembicaraan kita; sekedar pengisi waktu / obrolan ringan, diskusi, brainstorming, informasi, negosiasi, atau mempengaruhi orang lain.
  • Arahkan materi pembicaraan dan gunakan strategi sesuaidengan tujuan pembicaraan yang telah ditetapkan.
  • Gunakan kata-kata yang tidak menimbulkan pengertian ganda agar tidak membingungkan.
  • Gunakan logika berpikir. Cobalah untuk kritis, kreatif, kembangkan pola pikir yang logis, dan sistematis. Biasakan bertanya mengapa, bagaimana, seandainya, .....
  • Evaluasi terus secara sadar.


Jumat, 18 Januari 2013

Training Basic International of Table Manner : Communication Studies UII


Universitas Islam Indonesia  (UII) adalah perguruan tinggi swasta nasional tertua di Indonesia yang terletak di Yogyakarta. Ilmu komunikasi merupakan salah satu jurusan yang ada di UII tepatnya di Fakultas Psikologi dan Ilmu sosial budaya (FPSB). Public relations menjadi salah satu konsentrasi di prodi ilmu komunikasi. Mahasiswa Public Relations angkatan 2010, menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan yang memberikan pelatihan Table Manner di Hotel Santika Premiere Jogjakarta. Acara tersebut merupakan agenda tahunan mahasiswa Public Relations yang tengah menempuh mata kuliah etika dan kepribadian di semester 5. Dalam kegiatan ini tidak hanya terdapat Table Manner saja, tetapi ditambahkan kegiatan Training Basic International of Table Manner Class yang dipandu oleh tim dan Public Relations dari Hotel Santika Premiere Jogjakarta.

 Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2012 di Hotel Santika Premiere Jogjakarta diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Amin TasykurunThoyyib Drs. (Dosen Pengampu Mata Kuliah Etika Kepribadian) yang menyambut baik kegiatan ini sebagai media pembelajaran mahasiswa Public Relations. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh tim dan PR dari Hotel Santika Premiere Jogja yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Pada sesi pertama, diisi sesi Welcome Drink, Training Basic International of Table Manner Class, House Keeping Presentation,  dan disusul dengan Front Office Presentation  oleh tim dari Hotel santika Premiere Jogjakarta. Mahasiswa diberikan penjelasan dan diajarkan mengenai tata cara untuk bersikap mulai dari cara duduk hingga berpakaian. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi yang disampaikan oleh PR dan marketing Hotel Satika yang menjelaskan tentang asal mula, sejarah table manner dan tata cara makan yang baik ketika menghadiri jamuan makan mulai dari peletakkan piranti makan sampai dengan menggunakannya. pada sesi akhir diisi Demo Food or Beverage, kemudian disusul dengan pembagian Certificate dan Table Manner Manual Handbook  bagi peserta.

Training Basic International of Table Manner Class diselenggarakan guna membekali mahasiswa Public Relations terkait tentang tata cara makan hingga cara berhias dan berpenampilan yang baik di muka umum. Karena nantinya mahasiswa Public Relations adalah kandidat yang potensial untuk menjadi calon praktisi humas yang berkualitas di masa mendatang.