Senin, 04 Februari 2013

Seminar “Potret Perkembangan Islam Di Rusia”



Bersama         : M. Aji Surya
Peserta     : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam     Indonesia (UII)
Tanggal          : Sabtu, 19 Januari 2013 di Gedung Mohammad Hatta (perpustakaan UII).


            Sabtu pagi tepat pukul 08.30 di gedung Mohammad hatta (perpustakaan UII) tepatnya dilantai 2 dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (UII) seorang diplomat Indonesia untuk KBRI di Rusia melontarkan pertanyaan pembuka di awal seminar Potret Perkembangan Islam di Rusia “Apa yang ada di benak Anda saat Anda mendengar kata Rusia?” demikian pertanyaan Muhammad Aji Surya kepada para peserta seminar. Secara serentak peserta seminar pun menjawab pertanyaan yang diajukan dengan serentak menjawab “komunis”.  Benar sekali julukan komunis itu memang pernah melekat erat di era 1990-an. Namun saat ini menurut putra asli Kota Gudeg Yogyakarta tersebut, Rusia sudah jauh lebih baik utamanya perkembangan pemeluk agama Islam.
Fenomenanya di Rusia umat muslim yang melakukan shalat di masjid jamaahnya bisa mencapai 3 kilo dari masjidnya, dan dengan suhu -12 derajat celcius. Namun, muslim di Rusia tetap melaksanakan shalat. Selain itu di Rusia juga terdapat gereja namun berkubah seperti masjid dan disana banyak wanita berkerudung yang masuk.
            Islam di indosensia sudah menjadi islam yang sangat tua, namun fenomenanya islam di Rusia lebih tua. Tepatnya di kota Derbent di abad ke 8, islam di Rusia dating jauh lebih awal di dunia dan pada abad ke 10 mereka sudah menunaikan ibadah haji ke mekah dan madinah. Sangat terlihat jelas akar islam itu begitu kental di Rusia, dan Rusia bukanlah orang komunis. Pada masa kaum Sar. Sebagian kau Sar terseut diutuskan untuk memperlajari dan memahami agama sebelum menentukan agama yang akan dipilih. Akhirnya Sar memilih agama Kristen ortodoks sebelum memilih islam. namun, pasa masa itu muncul kaum  bolsefik, dimana saat itu melahirkan komunis. Jadi komunis itu muncul pada saat munculnya bolsefik. Pada saat itu ada 10.000 masjid, dan hampir semua masjdi itu harus diratakan atau dihancurkan. Dan hanya disisakan beberapa saja untuk symbol. Tidak hanya islam. Kristen ortodoks juga dihamcurkan dan para pemimpin juga di musnahkan. Sehingga kita dapat mengetahui bahwa  komunis itu kejam.
            Komunis akhirnya hilang semenjak tahun 1992. Terdapat masjid kul syarif di tengah kota Rusia. Dan masa-masa itu Rusia bukan lagi komunis. Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4750 masjid, namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat antara 1600 – 3000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah masjid di Tatarstan telah melebihi 1000. Di ibukota Rusia dengan jumlah pemeluk Islam yang melebihi 1 juta orang terdapat 20 komunitas Muslim dan 5 masjid. Menurut pakar data Rusia, sedikitnya hingga sekarang terdapat 7000 masjid di Rusia. Dan jumlah muslim di Rusia 25 juta dari 150 juta dari masyarakat Rusia. Mereka rata-rata saat ini memiliki keturunan 3-4 orang. Rusia di huni oleh 18,5 % umat islam. jika terus bertambah dalam waktu 30-40 tahun maka presiden atau pemimpin di Rusia bisa dikuasai oleh islam. perkembangan islam di Rusia bisa jadi penentu perkembangan islam di Indonesia.
            Ada yang unik di Rusia, ketika bulan puasa ramadhan tiba orang-orang kaya mendirikan tenda ramadhan. Tenda ramadha tersebut didirikan untuk berbuka puasa seluruh umat muslim di Rusia tanpa dikenakan biaya (gratis). Namun, orang non islam juga dibolehkan makan di tenda ramadhan tersebut. Tidak hanya itu, islam di Indonesia pun harus diteladani dan di ikuti oleh orang islam di Rusia. M. Aji Surya juga menginformasikan bahwa saat ini masyarakat muslim Rusia tengah gencar menimba ilmu pengetahuan tentang Agama Islam usai masa stagnasi 74 tahun tersebut dengan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk belajar ke negara lain termasuk Indonesia. Saat ini setidaknya ada 40 mahasiswa muslim asal Rusia sedang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi Islam di tanah air. Fenomenanya sekarang orang islam Rusia tersebut tersebar kuliah di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta, UIN (Universita Islan Negeri) Yogyakarta, dan UIN (Universitas Islam Negeri ) Malang. Tidak hanya itu di Rusia juga terdapat Bank Muamalat Syariah Islam. umat islam di Rusia sudah sangat antusias dengan mengadakan halal expo, yang sudah dua kali dilaksanakan dan bertaraf international. Mengadakan interview dialog untuk mengatasi konflik, selain itu mereka juga mengadakan dan menyelenggarakan fashion muslim.
            Sekarang organisasi keislaman tumbuh subur di Rusia. Terdapat lebih dari 300 organisasi kemasyarakatan yang menginduk di tiga pusat kota yaitu, Moskow, Ufa, dan Dagestan. Tidak hanya mengurusi soal ibadah khusus dan pembangunan masjid, mereka juga sudah merambah kegiatan bisnis bahkan ada seorang muslim Rusia yang menjadi milyader. Agus Sofyan Harhar adalah seorang milyader islam di Rusia memberikan bantuan kepada masjid tertua di kota Bali. Selain itu di Rusia juga mengadakan Mushabaqah Tilawatil Quran yang bertingkat internasional. Adat pernikahan di Rusia pun masyarakat muslimnya menggunakan adat islam yang terturup. Itu semua sudah menggambarkan betapa cintanya mereka terhadap islam. perkembangan umat islam yang sangat berkembang pesat disana dibuktikan dari adanya umat islam yang memiliki profesi yang emmiliki semangat ketuhanan yang sangat luas biasa. Di Rusia umat islam banyak melakukan shalat dijalan karena sudah terlalu banyaknya umat islam di Rusia, namun tidak diimbangi dengan banyaknnya masjid di Rusia.
            Lebih jauh alumni FH UII tersebut banyak bercerita tentang kehidupan masyarakat Muslim di Rusia termasuk salah satu tradisi unik saat lebaran. Jika lebaran tiba, warga muslim Rusia akan saling bertukar dan membagikan hadiah kepada orang lain khususnya kepada mereka yang tidak punya. Setiap lebaran tiba warga muslim Rusia, khususnya Rusia bagian Selatan yang menjadi cikal-bakal perkembangan agama Islam pertama kali di negara itu juga akan menyajikan aneka masakah lezat dan halal yang boleh dimakan oleh siapapun (muslim maupun non muslim).
Mantan wartawan Tempo tersebut juga menginformasikan bahwa saat ini masyarakat muslim Rusia tengah gencar menimba ilmu pengetahuan tentang Agama Islam usai masa stagnasi 74 tahun tersebut dengan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk belajar ke negara lain termasuk Indonesia. Saat ini setidaknya ada 40 mahasiswa muslim asal Rusia sedang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi Islam di tanah air.
            Kepada para peserta seminar, diplomat yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Modern Gontor tersebut mengajak untuk melihat Rusia dari sudut pandang yang berbeda seiring dengan perkembangan muslim yang luar biasa di Rusia. Dan kita sebagai umat muslim di Indonesia harus menunjukan dan memberikan contoh yang baik kepada umat muslim di Rusia yang sudah mau menuntut ilmu ke Indonesia. Dan Rusia bukan lagi komunis seperti yang selama ini kita pikirkan.

seminar "potret perkembangan islam di rusia"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar